Cari Blog Ini

Minggu, 14 Oktober 2018

6000 GTT PTT SD SMP di Wonogiri Kembali Ijin


6000 GTT PTT di Wonogiri Kembali Ijin

By : R. Puji Astuti


Setelah minggu lalu 6000 GTT PTT TK,SD, dan SMP Negeri di Wonogiri melakukan cuti menggajar yang sedianya akan dilaksanakan selama 3 minggu dari tanggal 8 sampai dengan 31 Oktober 2018. Aksi ini bertujuan untuk menuntut pemerintah pusat menghentikan penerimaan CPNS dari jalur umum.

Dua tuntutan lainnya adalah pemerintah pusat diminta mencabut Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS 2018, yang membatasi usia maksimal 35 tahun. Selain itu GTT/PTT menuntut presiden menerbitkan perpu untuk menyelesaikan masalah GTT/PTT yang sudah lama mengabdi di sekolah negeri.


Namun karena pembelajaran di Wonogiri mengalami kelumpuhan, Akhirnya pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan  langsung turun tangan mendengarkan aspirasi mereka.

Setelah adanya perhatian dari kemendikbud dan sudah menemui perwakilan Forum GTT/PTT Wonogiri. Seluruh guru honorer mulai rabu, 10 Oktober 2018 sudah masuk bekerja lagi. Menurut ketua forum GTT/PTT, kedatangan beberapa penjabat Kemendikbud ke Wonogiri berarti sudah ada indikasi bahwa anspirasi mereka sudah di dengar oleh pemerintah pusat.


Senin, 15 Oktober 2018 mereka kembali melakukan ijin tidak mengajar, hal tersebut dilakukan untuk menyikapi aksi mogok nasional dari FPHI Pusat yang akan diadakan pada tanggal 15 – 31 Oktober 2018. GTT dan PTT mempunyai agenda kegiatan mengadakan doa bersama dan bakti sosial di Kecamatan masing-masing. Agenda kegiatan ini dilakukan selama dua hari dengan pusat kegiatan Kecamatan Purwantoro.


Sementara itu pada hari Rabu, 17 Oktober 2018, semua anggota GTT dan PTT Kabupaten Wonogiri diintruksikan untuk berkumpul di lapangan Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri pada pukul 08.00 WIB. Intruksi ini di tujukan sebagai sambutan akan kedatangan Dirjen GTK RI untuk beraudience dengan GTT/PTT Kabupaten Wonogiri.


Sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Wonogiri, diharapkan mempunyai solusi dalam menggelola kelas yang di tinggalkan GTT dan PTTnya. Hal ini bertujuan agar Sekolahan di Wonogiri tidak mengalami kelumpuhan lagi.

Semoga acara yang di gelar besuk Rabu, mampu menghasilkan keputusan yang berpihak pada GTT/PTT dan juga tidak terjadi keributan yang mengakibatkan korban jiwa. GTT dan PTT diharapkan mampu menjaga emosi dalam aksi tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anakku Sayang Anakku Malang

Anakku Sayang Anakku Malang By: R.Puji Astuti Pagi masih penuh kabut, Trimo sudah mulai meninggalkan rumah untuk mencari makanan bagi ...