6000 GTT PTT di Wonogiri Kembali Ijin
By : R. Puji Astuti
Setelah minggu lalu 6000 GTT PTT TK,SD, dan SMP Negeri di
Wonogiri melakukan cuti menggajar yang sedianya akan dilaksanakan selama 3
minggu dari tanggal 8 sampai dengan 31 Oktober 2018. Aksi ini bertujuan untuk
menuntut pemerintah pusat menghentikan penerimaan CPNS dari jalur umum.
Dua tuntutan lainnya adalah pemerintah pusat diminta
mencabut Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang kriteria penetapan kebutuhan
PNS 2018, yang membatasi usia maksimal 35 tahun. Selain itu GTT/PTT menuntut
presiden menerbitkan perpu untuk menyelesaikan masalah GTT/PTT yang sudah lama
mengabdi di sekolah negeri.
Namun karena pembelajaran di Wonogiri mengalami kelumpuhan,
Akhirnya pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan langsung turun tangan mendengarkan aspirasi
mereka.
Setelah adanya
perhatian dari kemendikbud dan sudah menemui perwakilan Forum GTT/PTT Wonogiri.
Seluruh guru honorer mulai rabu, 10 Oktober 2018 sudah masuk bekerja lagi.
Menurut ketua forum GTT/PTT, kedatangan beberapa penjabat Kemendikbud ke
Wonogiri berarti sudah ada indikasi bahwa anspirasi mereka sudah di dengar oleh
pemerintah pusat.
Senin, 15 Oktober 2018 mereka kembali melakukan ijin tidak
mengajar, hal tersebut dilakukan untuk menyikapi aksi mogok nasional dari FPHI
Pusat yang akan diadakan pada tanggal 15 – 31 Oktober 2018. GTT dan PTT
mempunyai agenda kegiatan mengadakan doa bersama dan bakti sosial di Kecamatan
masing-masing. Agenda kegiatan ini dilakukan selama dua hari dengan pusat
kegiatan Kecamatan Purwantoro.
Sementara itu pada hari Rabu, 17 Oktober 2018, semua
anggota GTT dan PTT Kabupaten Wonogiri diintruksikan untuk berkumpul di
lapangan Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri pada pukul 08.00 WIB. Intruksi ini
di tujukan sebagai sambutan akan kedatangan Dirjen GTK RI untuk beraudience dengan
GTT/PTT Kabupaten Wonogiri.
Sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Wonogiri, diharapkan
mempunyai solusi dalam menggelola kelas yang di tinggalkan GTT dan PTTnya. Hal
ini bertujuan agar Sekolahan di Wonogiri tidak mengalami kelumpuhan lagi.
Semoga acara yang di gelar besuk Rabu, mampu menghasilkan
keputusan yang berpihak pada GTT/PTT dan juga tidak terjadi keributan yang
mengakibatkan korban jiwa. GTT dan PTT diharapkan mampu menjaga emosi dalam
aksi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar