Cari Blog Ini

Kamis, 18 Oktober 2018


LARA(s)
By: R PujiAstuti

Malam yang gelap Fatah menatap ombak di lautan, Ia merenungkan apa yang ia lihat sore tadi. Saat dirinya menjemput Laras kekasihnya ternyata Laras tengah berduaan dengan Malva teman kuliahnya dulu.

Fatah pergi meninggalkan mereka berdua dengan mobilnya, menuju pantai ini. Ia sebenarnya sudah curiga akan hubungan mereka, karena setiap kali ia mendapati mereka berdua. Pernah suatu ketika ia mendapati Laras sedang berbincang dengan Malva di telpon.

"Maafkan aku Laras, aku belum mampu membahagiakan dirimu." Kata itu terucap saat untuk kesekian kalinya Laras menghubungi dirinya.

"Kamu dimana Fat?" tanya Laras penuh selidik.

"Untuk apa kau peduli lagi, aku tahu kamu dengan Malva ada hubungan ya?" Fatah balik bertanya, namun semua itu membuat Laras marah.

Setelah peristiwa itu Fatah pergi merantau meninggalkan Bandung untuk pergi ke Singapura. Ia mencoba bekerja di sana, keinginannya Ia ingin menunjukkan bahwa Ia juga mampu bekerja tanpa kekuasaan orang tuanya. Ia ingin suatu saat nanti Laras bangga akan dirinya.
***

Kesuksesan Fatah yang berawal dari karyawan, kini telah mampu menjadi manager cabang perusahaan tersebut yang ada di Indonesia. Niat hati Fatah ingin memberi kejutan kepada Larasati atas kepulangannya, namun sore itu ia melihat Laras berboncengan dengan Malva dan tangan gadis itu erat mengapit pinggang Malva. Ia benar-benar kecewa, Fatah bertanya pada karyawan di perusahaan Laras.

"Malva dan Laras akhirnya pacaran ya?" tanya Fatah pada Andika karyawan bidang marketing di perusahaan tersebut.

"Tidak hanya pacaran, tapi mereka sudah menikah," hati Fatah seperti tengah disambar petir. Ia merasa semuanya hitam, namun semua temannya membuatnya bangkit.


Hari itu acara pengukuhan Fatah yang menjadi direktur dan menjadi seorang pemilik perusahaan di Indonesia. Acara tersebut banyak di tayangkan di sejumlah televisi, Laras pun melihat berita itu sedikit terharu.

Dulu ia sering bertengkar karena kemalasan Fatah, namun kini ia telah berhasil walau tidak mampu mendapatkan hati Laras.
#SahabatKabolMenulis
#SKM072
#Day9





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anakku Sayang Anakku Malang

Anakku Sayang Anakku Malang By: R.Puji Astuti Pagi masih penuh kabut, Trimo sudah mulai meninggalkan rumah untuk mencari makanan bagi ...