Saat Keraguan Terjawab
By : R. Puji Astuti
Kekuatan cinta membuat Krisna limbung siang itu melihat pujaan hatinya bergandengan dan bercengkrama dengan orang lain. Sementara ia dengan segala kekecewaanya hanya bisa memandang pilu.
"Apa kelebihan lelaki itu ... tampang? kata teman-temanku, akulah yang paling tampan di sekolah ini. Tapi kenapa Si dia lebih memilih Anggada," gumanku dalam hati.
Namun dasar Krisna tidak pernah lama untuk membuang segala angan tentang gadis yang juga dibilang tercantik di sekolah SMA bumi putra itu. Kegiatan yang padat sepertinya ia tidak pernah lelah aktif dalam organisasi.di sekolah maupun di kampungnya. Hal itu juga yang membuatku mudah melupakan gadisnya.
Malam bagitu meriah di gedung kesenian termegah di kota sejuk dan nyaman ini , saat Krisna sedang asik menyelaraskan nada-nada yang dipersiapkan jauh-jauh hari, khusus untuk mengikuti ajang kontes anak band di seantero kota Malang. Ajang ini diikuti grup-grup sekolah maupun grup.di luar sekolah yang menjadikan ajang paling bergengsi saat itu.
Ada mata yang selalu mengamati gerak geriknya, gadis manis itu tersipu malu ketika sesekali matanya beradu dengan Krisna.
"Ehem ...," celetuk Tomy sang vokalis band sambil mengeryitkan dahi ke arah gadis itu.
"Apa sih, mas Tom?" tanya Tara, gadis manis itu.
"Enggak ... cuma keselek dikit," jawab Tomy menggoda.
Ada perasaan aneh dalam hati Krisna, tatkala mengamati gadis itu. Matanya indah dan sedikit sayu, bibirnya merekah indah ketika ujungnya tergigit gigi putihnya. Rambutnya ikal terurai sampai ke pinggang siapa gadis ini? belum pernah melihat.
"Apa pacar mas Tom?" guman Krisna dalam hati.
Malampun telah berlalu dengan hingar bingarnya, musik berbagai aliran telah tersaji dengan segala keindahan dan kekompakan. Meskipun hanya mengantongi urutan ketiga dalam penilaian juri, tapi kami sudah senang bisa tampil maksimal dan disambut dengan gegap gempitanya penonton. Sudah menjadi kepuasan tersendiri bagi kami insan seni.
Sekembalinya kami dari gedung itu ada yang membuat aku bingung, kenapa Mas Tom minta Krisna mengantar Tara pulang bukan dia sendiri.
Dengan mengendarai mobil pinjaman dari paman Krisna mengantar Tara pulang. "Em ... tadi namanya Rara ya?" guman Krisna ragu diiringi jantungnya yang terus bergetar.
"Iya mas ... sebenarnya bukan Rara tapi Tara," jawab Tara lembut, selembut senyumnya yang manis.
"Sudah lama kenal mas Tom?" tanya Krisna penuh selidik.
"Satu tahun Mas, semenjak mas Tom pacaran sama mbak Praba." Jawab Tara.
"Terus kemana mbak Praba kok nggak nemenin mas Tom, kok malah kamu?" tanya Krisna lagi.
"Maaf Mas, mbak Praba kan dah ninggal tiga bulan yang lalu karena sakit. Semanjak itu kalau mas Tom ada acara, ya aku yang nemenin." Jawabnya.
Mendangar jawaban Tara Krisna jadi tambah bingung. "Duh kenapa aku ini, apa akan kecewa lagi?" guman Krisna.
"Stoooop ...!" serunya membuyarkan anganku.
"Sudah kelewat ya?" sahut Krisna.
"Iya ... habis Mas, ngelamun terus sih!" jawabnya ketus.
Lalu Tara pun turun dari mobil, Krisna pun menyusulnya.
"Mas Kris, sebetulnya ngelamunin siapa sih?" tanya Tara.
"Kamu," tanpa sadar Krisna keceplosan.
Tara melihat Krisna dengan senyumnya "Apa iya, yang jelek tapi?" sergahnya lagi.
"Tara, mana nak Tom?" seru perempuan paruh baya.
"Nggak tau Ma, Tara cuma dititipkan sama cowok ganteng ini." Jawabnya sambil tertawa.A Krisna pun hanya cengar cengir sambil salah tingkah.
***
Selapas kejadian itu hari-hariku tak pernah luput dari bayang-bayang wajah Tara.
Mas tom juga menghilang entah kemana hanya kebimbangan dan kebimgungan yang ada. Bimbang atas keinginan dan ketakutku sama mas Tom, karena ingin mengambil gadisnya.
Pagi itu Krisna pergi ke sebuah mall ternama di Malang ini, tiba-tiba ada suara memanggil namanya. "Kris!" suara itu tak asing di telinga Krisna.
"Mas Tom, kok ketemu di sini. kemana aja Mas?" Tanya Krisna.
"Mmm ada dech ... kan Tara dah ada yang nemenin, jadi aku bebas kan? aku nyelesain skripsi Kris, bahannya ya dari sini ini namanya juga managemen bisnis." Jawab mas Tom.
"Kris, Tara itu anak baik,rajin, dan berbakti sama orang tua." Kata mas Tom begitu menggebu-gebu.
"Jadi jangan kau main-main ya sama dia, sepertinya dia juga suka sama kamu." Nasehat mas Tom pada Krisna yang hanya terdiam.
"Dia sering wapri aku intinya memujimu. Kris kalau boleh saya tau, sebenarnya kamu suka nggak si sama Tara?" tanya mas Tom dan Krisna pun masih terdiam.
"Kalau nggak suka ya bilang terus terang, jangan bikin anak orang penasaran, Kris!" lanjutnya yang membuat Krisna terkejut.
"Jadi apa hubungan Mas Tom sama Tara, pertanyaan itu yang mengganggu saya," kata Krisna yang di balas senyuman oleh mas Tom.
"Kris, temui Tara sekarang! dia ada di meja belakang itu, jangan sampai dia menangis karena kelamaan menunggumu!" pinta masTom sambil menepuk pundaknya.
Krisna pun tanpa pamit pada mas Tom langsung berhamburan menghampiri Tara.
#SahabatKabolMenulis
#SKM072
#Day22
#KarnaSuSayang
Cari Blog Ini
Selasa, 30 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Anakku Sayang Anakku Malang
Anakku Sayang Anakku Malang By: R.Puji Astuti Pagi masih penuh kabut, Trimo sudah mulai meninggalkan rumah untuk mencari makanan bagi ...
-
KEBANGGAAN BY : R.Puji Astuti Malam itu begitu riuh setelah semua keluarga berkumpul untuk merayakan ulang tahun ibunda dari Melani. Nam...
-
Nasehat Mama By : R.Puji Astuti Malam gelap menyelimuti bumi, Arzetha sedang belajar bersama Mamanya di ruang tengah. Sementara sang adi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar